Dari The Dog House
Pemikiran tentang makan bersih, masakan sadar, komunitas di Canggu, dan segala hal di antaranya. Ditulis oleh tim di balik dapur.


The Dog House dimulai dengan pertanyaan yang tidak pernah ditanyakan kebanyakan kafe: bagaimana jika setiap makanan bisa melakukan sesuatu lebih dari sekadar mengenyangkan orang yang memakannya? Pertanyaan itu menjadi sebuah kafe berkesadaran di Canggu di mana makanan, komunitas, misi penyelamatan, dan brand saling mendukung satu sama lain.
Bali tidak kekurangan kafe yang memperbolehkan anjing. Tapi ada perbedaan antara kafe yang mentoleransi anjing dan kafe yang ada karena mereka. The Dog House dibangun dengan anjing sebagai pusatnya, bukan sebagai tema atau gimmick, tapi sebagai misi.
Canggu selalu menarik orang-orang yang suka bergerak. Scene wellness di sini memang nyata, tapi juga bisa terasa berantakan. Menemukan komunitas yang konsisten, yang hadir minggu demi minggu, butuh usaha lebih dari yang seharusnya. Itulah yang kami bangun di The Dog House.
Kebanyakan kafe tetap jadi kafe. Mereka menyajikan makanan enak, membangun pengikut setia, dan hidup di dalam tembok yang mereka tempati. Tapi The Dog House tidak pernah dirancang untuk tinggal di satu ruangan. Kami menyebut sayap The Dog House ini "The Label."